Penggabungan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menjadi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di jenjang Sekolah Dasar (SD) kembali menjadi bahan diskusi di kalangan pendidik.
Sebagian guru menilai bahwa IPA dan IPS sebaiknya kembali diajarkan sebagai mata pelajaran terpisah. Alasannya, kedua bidang ilmu tersebut memiliki karakteristik, pendekatan pembelajaran, dan kompetensi yang berbeda.
Di sisi lain, penggabungan keduanya sebenarnya memiliki tujuan pendidikan yang penting, yaitu membantu peserta didik memahami hubungan antara lingkungan alam dan kehidupan sosial secara menyeluruh.
Lantas, apakah IPA dan IPS memang perlu dipisahkan kembali? Bagaimana sebenarnya kebijakan kurikulum sekolah terbaru di Indonesia pada 2026?
### 1\. Mengapa IPA dan IPS Digabung Menjadi IPAS?
Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, IPA dan IPS digabung menjadi IPAS pada jenjang SD/MI, khususnya Fase B dan Fase C.
Penggabungan ini bukan sekadar menyatukan dua nama mata pelajaran. Tujuannya adalah membangun pemahaman peserta didik terhadap lingkungan alam dan sosial sebagai satu kesatuan.
Contohnya:
* Mempelajari lingkungan sungai tidak hanya membahas ekosistem dan pencemaran air (IPA), tetapi juga kehidupan masyarakat di sekitar sungai (IPS).
* Mempelajari pertanian tidak hanya membahas pertumbuhan tanaman, tetapi juga aktivitas ekonomi petani.
* Mempelajari perubahan iklim juga dapat dikaitkan dengan dampaknya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dengan pendekatan ini, peserta didik diharapkan mampu menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata di lingkungan sekitarnya.
### 2\. Mengapa Ada Usulan IPA dan IPS Dipisahkan Kembali?
Meskipun IPAS memiliki tujuan integratif, sejumlah pendidik melihat beberapa tantangan dalam pelaksanaannya.
1\. Karakter keilmuan yang berbeda
IPA mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah melalui pengamatan, eksperimen, pengukuran, dan pembuktian berdasarkan fakta.
Sementara itu, IPS mengembangkan pemahaman mengenai sejarah, geografi, ekonomi, budaya, dan kehidupan masyarakat.
Keduanya membutuhkan pendekatan pembelajaran yang berbeda. IPA lebih banyak menggunakan investigasi dan eksperimen, sedangkan IPS membutuhkan diskusi, analisis sosial, pemahaman konteks, serta interpretasi peristiwa.
2\. Materi dapat dipelajari lebih mendalam
Penggabungan dua bidang ilmu dalam satu mata pelajaran membutuhkan perencanaan pembelajaran yang baik.
Jika guru tidak mampu mengatur alokasi waktu dan kedalaman materi, ada risiko beberapa konsep hanya dipelajari secara umum.
Pemisahan mata pelajaran berpotensi memberikan ruang lebih besar untuk memperdalam konsep-konsep penting.
3\. Memudahkan guru menyusun strategi pembelajaran
Pembelajaran IPA membutuhkan laboratorium sederhana, alat peraga, observasi lingkungan, dan eksperimen.
Pembelajaran IPS dapat menggunakan peta, dokumen sejarah, wawancara, studi kasus, dan kegiatan pengamatan sosial.
Dengan mata pelajaran terpisah, perencanaan pembelajaran dan asesmen dapat lebih spesifik sesuai kompetensi yang ingin dicapai.
4\. Membantu mengenali minat dan potensi peserta didik
Sebagian anak memiliki ketertarikan pada sains, teknologi, dan eksperimen. Sebagian lainnya lebih tertarik pada sejarah, budaya, ekonomi, dan kehidupan sosial.
Pembelajaran yang memberikan ruang bagi kedua bidang ilmu secara mendalam dapat membantu peserta didik mengembangkan potensi masing-masing.
5\. Mempersiapkan transisi ke jenjang SMP
Di jenjang SMP, IPA dan IPS kembali menjadi mata pelajaran tersendiri.
Oleh karena itu, penguasaan konsep dasar IPA dan IPS sejak SD menjadi penting agar peserta didik memiliki fondasi yang kuat ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
### 3\. Update Kurikulum Sekolah Terbaru 2026: Apakah IPAS Akan Dipisah?

Ini bagian yang penting untuk dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai kebijakan pendidikan nasional.
Berdasarkan regulasi dan informasi resmi Kemendikdasmen hingga November 2026, belum ada kebijakan nasional yang menetapkan pemisahan kembali IPAS menjadi IPA dan IPS sebagai mata pelajaran tersendiri di SD.
Berikut beberapa perkembangan kebijakan yang perlu diperhatikan.
### A. Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025
Pada 11 Juli 2025, pemerintah menetapkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 sebagai perubahan atas Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang kurikulum pendidikan.
Peraturan ini bukan penggantian Kurikulum Merdeka dengan kurikulum baru.
Beberapa penguatan yang dilakukan antara lain:
* Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).
* Penguatan kegiatan kokurikuler yang lebih integratif dan berbasis proyek.
* Penyesuaian struktur dan kerangka dasar kurikulum.
* Penambahan mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial.
Dengan demikian, kebijakan tersebut tidak menetapkan penghapusan IPAS di SD. Kemendikbudristek +2
### B. Pembelajaran Mendalam Menjadi Penguatan Arah Pendidikan
Salah satu perubahan penting adalah penguatan pendekatan pembelajaran mendalam.
Pendekatan ini menekankan pembelajaran yang:
* Berkesadaran (mindful).
* Bermakna (meaningful).
* Menggembirakan (joyful).
Artinya, peserta didik tidak hanya menghafal materi, tetapi memahami konsep, menghubungkan pengetahuan, menerapkan ilmu, dan melakukan refleksi.
Dalam konteks IPAS, misalnya, ketika mempelajari masalah sampah, siswa tidak hanya menghafal jenis sampah.
Mereka dapat melakukan:
* Pengamatan kondisi lingkungan sekolah.
* Identifikasi jenis sampah.
* Penelitian sederhana mengenai dampak sampah.
* Wawancara dengan masyarakat.
* Penyusunan solusi pengelolaan sampah.
Model pembelajaran seperti ini justru memperlihatkan bagaimana IPA dan IPS dapat saling melengkapi. Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan +1
### C. Koding dan Kecerdasan Artifisial Mulai Diperkenalkan
Perkembangan lain dalam kurikulum sekolah adalah penambahan mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI).
Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, pelaksanaannya dimulai secara bertahap pada tahun ajaran 2025/2026.
Ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan teknologi digital. JDIH Kemendikdasmen +1
### D. Update Capaian Pembelajaran Tahun 2026
Pembaruan resmi 23 Juni 2026
Ada perkembangan yang lebih baru.
Kemendikdasmen menetapkan Keputusan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 020 Tahun 2026 sebagai perubahan atas Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran.
Namun, perubahan tersebut secara khusus hanya mencakup mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.
Pemerintah menegaskan bahwa capaian pembelajaran mata pelajaran lainnya tetap mengacu pada Keputusan Nomor 046/H/KR/2025 dan tidak mengalami perubahan.
Dengan demikian, sampai November 2026, tidak ada perubahan resmi yang menetapkan pemisahan IPAS menjadi IPA dan IPS di SD. Kemendikdasmen +1
### 4\. Bagaimana Materi IPAS Saat Ini Disusun?
Dalam panduan mata pelajaran IPAS tahun 2025, materi disusun berdasarkan fase perkembangan peserta didik.
| Fase | Kelas | Gambaran pembelajaran |
| ------ | --------- | ----------------------------------------------------------------------------------------- |
| Fase A | I–II SD | Pembelajaran dasar sesuai karakteristik perkembangan anak |
| Fase B | III–IV SD | Pancaindra, energi, makhluk hidup, interaksi sosial, peta, sejarah, dan ekonomi |
| Fase C | V–VI SD | Sistem organ tubuh, ekosistem, energi, tata surya, geografi, sejarah, budaya, dan ekonomi |
Menariknya, materi IPAS memang sudah menggabungkan aspek ilmu alam dan ilmu sosial dalam satu capaian pembelajaran.
Sebagai contoh, pada Fase B siswa mempelajari perubahan wujud zat sekaligus interaksi sosial dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Pada Fase C, siswa mempelajari sistem organ manusia, ekosistem, tata surya, kondisi geografis Indonesia, sejarah perjuangan pahlawan, serta keragaman budaya.
Sistem Informasi Kurikulum Nasional +2
### 5\. IPA dan IPS: Lebih Baik Digabung atau Dipisah?
Berikut perbandingan dua pendekatan tersebut.
| Aspek | IPAS digabung | IPA dan IPS dipisah |
| ---------------- | -------------------------------- | ------------------------------ |
| Pendekatan | Integratif | Spesifik |
| Pembelajaran | Lintas disiplin | Fokus bidang ilmu |
| IPA | Terhubung dengan konteks sosial | Eksperimen lebih terfokus |
| IPS | Terhubung dengan lingkungan alam | Analisis sosial lebih terfokus |
| Perencanaan guru | Membutuhkan integrasi materi | Lebih spesifik per mapel |
| Pemahaman | Melihat keterkaitan ilmu | Memperdalam konsep bidang ilmu |
Kedua pendekatan memiliki keunggulan dan tantangan. Penggabungan tidak otomatis membuat pembelajaran dangkal, sebagaimana pemisahan juga tidak otomatis menjamin pembelajaran lebih berkualitas.
Kualitasnya sangat bergantung pada kompetensi guru, desain pembelajaran, ketersediaan waktu, sumber belajar, serta asesmen.
### 6\. Rekomendasi untuk Pengembangan Kurikulum Sekolah
Apabila wacana pemisahan IPA dan IPS ingin dikaji lebih lanjut, ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan:
* Evaluasi efektivitas implementasi IPAS di sekolah dasar.
* Mengukur tingkat penguasaan kompetensi sains dan sosial peserta didik.
* Mengidentifikasi beban administrasi dan pembelajaran guru.
* Mengkaji kesesuaian alokasi waktu pembelajaran.
* Melakukan penelitian terhadap hasil belajar peserta didik.
* Melibatkan guru, kepala sekolah, akademisi, orang tua, dan pemangku kebijakan.
Keputusan perubahan kurikulum sebaiknya didasarkan pada hasil evaluasi dan bukti empiris, bukan sekadar persepsi atau nostalgia terhadap kurikulum sebelumnya.
### Kesimpulan: Perlu Dipisah atau Tetap IPAS?
Penggabungan IPA dan IPS menjadi IPAS memiliki tujuan yang baik, yaitu membangun kemampuan peserta didik memahami alam dan kehidupan sosial secara terpadu.
Namun, usulan untuk memisahkan kembali kedua mata pelajaran tersebut juga layak menjadi bahan kajian akademis.
Hal terpenting adalah memastikan peserta didik tidak kehilangan kedalaman pemahaman sains maupun wawasan sosial.
Update kebijakan hingga November 2026: Pemerintah masih mempertahankan IPAS dalam struktur pembelajaran SD. Belum ada keputusan nasional untuk mengembalikan IPA dan IPS sebagai dua mata pelajaran terpisah di SD.
Pendidikan seharusnya tidak hanya mengejar perubahan nama mata pelajaran atau struktur kurikulum. Lebih penting adalah memastikan anak benar-benar memahami ilmu pengetahuan, mampu berpikir kritis, memiliki kepedulian sosial, dan mampu menyelesaikan persoalan kehidupan nyata.
### Sumber Referensi Resmi
* [Kemendikdasmen – Ringkasan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025](https://kurikulum.kemendikdasmen.go.id/berita/detail/ringkasan-permendikdasmen-nomor-13-tahun-2025-tentang-perubahan-atas-peraturan-menteri-pendidikan-kebudayaan-riset-dan-teknologi-nomor-12-tahun-2024-tentang-kurikulum-pada-pendidikan-anak-usia-dini-jenjang-pendidikan-dasar-dan-jenjang-pendidikan-menengah?utm_source=chatgpt.com).
* [JDIH Kemendikdasmen – Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025](https://jdih.kemendikdasmen.go.id/sjdih/siperpu/dokumen/abstraksi/Abs_Permendikdasmen_No_13_Tahun_2025.pdf?utm_source=chatgpt.com).
* [Panduan Mata Pelajaran IPAS Tahun 2025](https://kurikulum.kemendikdasmen.go.id/file/panduan/dokumen/7.%20Final%20Panduan%20Mata%20Pelajaran%20IPAS_03_10_2025_Revisi%204.pdf?utm_source=chatgpt.com).
* [Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran](https://bpmpbabel.kemendikdasmen.go.id/PPID/wp-content/uploads/2025/07/KepKaBSKAP-046_2025-ttg-CP.pdf?utm_source=chatgpt.com).
* [Kemendikdasmen – Pembaruan Capaian Pembelajaran 23 Juni 2026](https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/15636-capaian-pembelajaran-baru-telah-terbit-yang-berubah-hanya-mata-pelajaran-agama-dan-budi-pekerti?utm_source=chatgpt.com).
### Diskusi Pendidikan
### Menurut Anda, bagaimana masa depan pelajaran IPAS di SD?
Tetap digabung menjadi IPAS
IPA dan IPS dipisah kembali
Tetap IPAS, tetapi materi IPA dan IPS diperdalam
Perlu kajian dan evaluasi lebih lanjut
Alasan atau pendapat Anda (opsional):
Salin pendapat untuk komentar
Pertanyaan menarik: Apakah penggabungan IPA dan IPS benar-benar membuat pembelajaran lebih bermakna, atau justru perlu penguatan kembali pada masing-masing bidang ilmu?
Menurut Anda, bagaimana pengalaman guru dan orang tua selama penerapan IPAS di sekolah dasar?

0 comments:
Post a Comment