Sunday, 28 June 2026

Mahasiswa dan Dosen UNDIRA Ajarkan Literasi Digital dan Internet Sehat kepada Siswa SD Islam Al Isra


Jakarta
– Sebanyak 20 siswa kelas 6 SD Islam Al Isra mengikuti kegiatan edukasi bertajuk Pengenalan Teknologi Informasi dan Internet Sehat yang diselenggarakan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Dian Nusantara (UNDIRA). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan meningkatkan literasi digital sejak usia dini.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, anak-anak saat ini tumbuh sebagai generasi digital yang akrab dengan smartphone dan internet. Namun, kemampuan menggunakan perangkat digital untuk hiburan belum tentu diiringi dengan pemahaman tentang teknologi informasi dan keamanan saat beraktivitas di dunia maya. Kondisi inilah yang menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan edukatif tersebut.

Salah satu anggota tim pengabdian, Imam Mulya, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa masih banyak siswa yang terbiasa menggunakan gawai untuk bermain gim atau menonton video, tetapi belum memahami dasar-dasar komputer maupun risiko yang dapat muncul saat menggunakan internet.

“Banyak siswa yang sudah sangat terampil menggunakan gawai untuk hiburan, tetapi ketika dihadapkan pada komputer, mereka justru terlihat bingung. Ini menjadi ironi yang perlu kita jembatani,” ujarnya.

Mengenalkan Dasar Teknologi Informasi Sejak Dini

Mengusung tema “Pengenalan Teknologi dan Internet Sehat”, kegiatan dirancang dengan metode pembelajaran interaktif yang memadukan paparan materi, demonstrasi, diskusi, dan kuis edukatif. Pendekatan tersebut dipilih agar siswa sekolah dasar dapat memahami materi dengan mudah dan menyenangkan.

Dalam sesi pembelajaran, siswa diperkenalkan pada berbagai komponen dasar komputer seperti CPU, monitor, keyboard, dan mouse. Mereka juga diajak memahami perbedaan antara perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), serta fungsi masing-masing dalam sistem komputer.

Selain itu, siswa mendapatkan wawasan mengenai perkembangan teknologi informasi dan pentingnya memanfaatkan teknologi secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi Internet Sehat dan Keamanan Digital

Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pengenalan komputer, tetapi juga membahas berbagai isu penting terkait keamanan digital. Para siswa diajak memahami konsep jejak digital, pentingnya menjaga data pribadi, serta bahaya cyberbullying yang semakin sering terjadi di era internet.

Tim pengabdian menekankan bahwa kesadaran mengenai keamanan digital perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak dapat menjadi pengguna internet yang cerdas, bertanggung jawab, dan aman.

Melalui berbagai contoh kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka, siswa belajar mengenali risiko berbagi informasi pribadi secara sembarangan serta memahami etika berinteraksi di dunia maya.

Hasil Evaluasi Menunjukkan Peningkatan Pemahaman

Program edukasi ini memberikan hasil yang sangat positif. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan pada seluruh peserta.

Pada materi internet sehat dan keamanan digital, rata-rata tingkat pemahaman siswa meningkat dari nilai 45 menjadi 90 setelah mengikuti sesi pembelajaran. Selain itu, seluruh peserta menyatakan bahwa materi yang disampaikan mudah dipahami, menarik, dan menyenangkan.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran interaktif mampu meningkatkan efektivitas penyampaian materi teknologi informasi kepada siswa sekolah dasar.

Dukungan Modul Edukasi untuk Keberlanjutan Program

Sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan, tim pengabdian menyerahkan berbagai bahan ajar kepada pihak sekolah. Paket materi tersebut terdiri atas modul bergambar bertajuk “Aku Bisa Komputer”, bahan presentasi, serta video edukasi yang dapat digunakan kembali oleh guru dalam proses pembelajaran.

Dengan adanya materi pendukung tersebut, sekolah dapat melanjutkan edukasi literasi digital secara mandiri tanpa harus bergantung pada pendampingan langsung dari tim perguruan tinggi.

Wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi

Kegiatan ini menjadi salah satu implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain memberikan manfaat bagi siswa, program ini juga memperkuat kerja sama antara Universitas Dian Nusantara dan sekolah-sekolah di lingkungan sekitar.

Tim pengabdian yang terdiri dari Imam Mulya, S.Kom., M.Kom., Desi Ramayanti, S.Kom., M.T., Sri Dianing Asri, S.T., M.Kom., dan Boy Yuliadi, S.Kom., M.Kom., berencana mengembangkan program serupa dengan cakupan yang lebih luas.

Ke depan, kegiatan tidak hanya berfokus pada pengenalan teori, tetapi juga akan dilengkapi dengan sesi praktik langsung menggunakan komputer. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif dan mampu mengaplikasikan pengetahuan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari.

Literasi Digital Menjadi Kebutuhan Generasi Masa Depan

Di era transformasi digital, kemampuan memahami teknologi dan menggunakan internet secara aman menjadi keterampilan yang sangat penting. Program edukasi seperti yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa UNDIRA menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang memperoleh akses terhadap pendidikan literasi digital sehingga siswa memiliki bekal yang kuat untuk menghadapi tantangan dan peluang di era digital yang terus berkembang.

Info :  literasi digital siswa SD, internet sehat untuk anak, pengabdian masyarakat UNDIRA, mahasiswa mengajar teknologi informasi, edukasi keamanan digital, pengenalan komputer untuk siswa SD, cyberbullying, jejak digital, Universitas Dian Nusantara, literasi digital sekolah dasar.


Artikel lengkap : mahasiswa dan dosen undira ajarkan literasi digital

0 comments:

Post a Comment